Nama Guru : Pipit Safittri, S. Kom
Mapel diampu : Informatika/TIK
Hari/Tanggal : Senin, 20 Juli 2026
Kelas : VII (Tujuh) B - D
Materi : Berpikir Komputasi
Capaian Pembelajaran :
Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil secara terstruktur.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu mengetahui tentang berpikir komputasi
2. Peserta didik mampu memahami tahapan dalam berpikir komputasi
Materi
:
1.1 Berpikir Komputasi
Keterampilan berpikir merupakan keterampilan dalam menggabungkan sikap-sikap, pengetahuan, dan keterampilan-keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk dapat membentuk lingkungannya agar lebih efektif.
Keterampilan berpikir dapat dibedakan menjadi berpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir komputasional atau computational thinking adalah adalah cara berpikir untuk menyelesaikan persoalan, yang cara penyelesaiannya, jika dikembangkan, dapat dilakukan oleh komputer. Dengan demikian, kita akan belajar bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan dengan cara yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, cara berpikir ini kerap dianggap sebagai cara para ilmuwan informatika berpikir. Pada dasarnya, berpikir komputasional merupakan formula untuk menyelesaikan masalah sehingga ditemukan jawaban atau solusi yang efektif. Menambahkan informasi tersebut, penyelesaian ini dimaksud agar solusinya bisa diakses manusia dan juga mesin.
Ada empat tahapan berpikir komputasi yaitu sebagai berikut ini :
1. Decompotition (Memecah Data)
Dekomposisi adalah suatu metode atau konsep yang berfungsi untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan yang kompleks dan besar menjadi masalah yang lebih kecil. Apabila suatu permasalahan yang besar dan kompleks menjadi kecil, maka permasalahan tersebut mudah untuk diselesaikan. Bahkan, dekomposisi bisa digunakan untuk memudahkan kita dalam menemukan dan menerapkan sebuah inovasi. Misalnya, kita menjual suatu produk, kemudian agar produk itu diinovasi, maka kemungkinan besar produk tersebut akan laku terjual.
2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola)
Pengenalan Pola adalah kemampuan manusia mengenali objek-objek berdasarkan ciri-ciri dan pengetahuan yang pernah diamatinya dari objek-objek tersebut.Tujuan dari pengenalan Pola ini adalah mengklasifikasi dan mendeskripsikan pola tau objek kompleks melalui pengetahuan sifat-sifat atau ciri-ciri objek tersebut.
Pengenalan pola merupakan suatu metode yang memanfaatkan komputer yang digunakan untuk menemukan sebuah keteraturan yang ada di dalam data dan untuk mendapatkan informasi yang lebih penting agar bisa memahami tentang keteraturan yang sudah ditemukan. Pengenalan pola ini biasanya dilakukan ketika kita mengenali seseorang dari suara, wajah, bahkan pengenalan pola ini bisa digunakan untuk memprediksi cuaca. Pada suatu fenomena alam, sebenarnya pengenalan pola sudah bisa dilihat pada pola rotasi bumi, pola rasi bintang, pola pada daun, dan sebagainya.
3. Algorithms Design (Menyusun Langkah)
Algoritma adalah suatu pola pikir yang biasa digunakan untuk merencanakan langkah-langkah yang bersifat sistematis untuk memecahkan masalah yang sedang terjadi. Meskipun, algoritma ini sering dikaitkan dengan penghitungan, tetapi metode berpikir ini bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah yang ada di dalam kehidupan sehari-hari.
4. Abstraction (Generalisasi)
Abstraksi adalah suatu metode berpikir komputasional yang mengutamakan terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, konsep abstraksi ini akan meninggalkan berbagai macam hal yang dianggap tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.
Asesmen :
1. Sebutkan 4 Tahapan dalam berpikir komputasi ?
Refleksi
Peserta didik sudah mampu mengetahui dan memahami empat tahapan dalam berpikir komputasi adalah dekomposisi, pattern recognition, algorithms dan abstraction


.jpg)
