Blogger Widgets
Informatics Engineering By Snow White

Kamis, 23 Juli 2026

PENGOLAHAN LEMBAR KERJA (DATA ANGKA)

Nama Guru        : Pipit Safittri, S. Kom

Mapel diampu   : Informatika/TIK
Hari/Tanggal     : Kamis, 23 Juli 2026
Kelas                    : VIII (Delapan) A - B

Materi                 : Analisis Data

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu menganalisis dan mengolah data bervolume sedang menggunakan rumus statistik dasar pada spreadsheet.


Tujuan Pembelajaran : 

1. Peserta didik mampu mengetahui tentang perangkat lunak pengolah angka
2. Peserta didik mampu mengetahui fungsi perangkat lunak pengolah angka
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi menu pada perangkat lunak pengolah angka


Materi

Microsoft Office Excel 2007 (MS. Excel 2007) merupakan sebuah program aplikasi pengolah angka (Spreadsheet) buatan Microsoft Corporation. Microsoft Excel merupakan program aplikasi pengolah angka (Spreadsheet) yang memiliki fungsi sebagai berikut ini :

  1. Membuat table;
  2. Melakukan perhitungan denan rumus sederhana;
  3. Melakukan perhitungan dengan rumus yang kompleks;
  4. Melakukan perhitungan statistic;
  5. Melakukan perhitungan keuangan (financial), akutansi, dan statistika;
  6. Mengolah angka menjadi grafik;
  7. Mengolah database.

MS. Excel 2007 merupakan hasil pengembangan dari beberapa versi sebelumnya. MS. Excel tampil lebih user friendly dan sudah menggunakan ribbon sebagai standar baru dalam menampilkan menu-menu tool. Ribbon adalah sebuah inovasi yang kelak di masa mendatang menjadi sebuah standar bagi tampilan menu.

Perbedaan antara Tab, Ribbon dan Group

Tab adalah sederetan menu yang ditandai dengan teks. terdiri dari tab Home, Insert, Page Layout, dll. Ribbon adalah area yang digunakan untuk menampilkan tab dan menu dari tab yang aktif. Sedangkan Group adalah kelompok menu dalam tiap Ribbon yang memiliki kesamaan fungsi.  Jadi, Ribbon menyediakan tab yang terdiri dari menu, dan menu sendiri terdiri dari beberapa Group, dan Group terdiri dari sekumpulan menu yang memiliki kesamaan fungsi.

Tampilan Lembar Kerja Microsoft Excel 2007















Keterangan :

a. Office Button

Office Button pada Microsoft Excel 2007 berisi perintah-perintah ikon menu kontrol ini akan muncul saat ikon menu kontrol tersebut diklik, sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut.

New, yang dilambangkan dengan simbol   merupakan perintah untuk menampilkan lembar kerja kosong untuk dilakukan pengetikan dokumen baru. Untuk memulai pekerjaan pada Microsoft Excel 2007 dilakukan dengan klik pada ikon ini.

Open, disimbolkan dengan lambang   merupakan perintah untuk membuka dokumen Microsoft Excel 2007 yang telah tersimpan dalam hardisk, CD/DVDRom. USB Flashdisk, Disket, atau media simpan lain.

Save, merupakan perintah untuk menyimpan file lembar kerja Excel 2007 yang baru dibuat atau diedit, yang sebelumnya pernah atau belum pernah tersimpan di dalam hardisk, CD/DVDROM, USB Flashdisk, disket, atau media simpan lainnya.

Save As,  tombol ini memiliki fungsi yang sedikit berbeda dengan perintah . Perintah sudah dilengkapi dengan fasilitas yang apabila diklik terdiri atas perintah-perintah seperti ditampilkan pada gambar berikut.










b. Quick Access Toolbar

Quick access toolbar letaknya di pojok kanan atas tepatnya di sebelah kiri ikon menu kontrol. Setiap tombol dikenali menurut bentuk-bentuk ikon gambar yang masing-masing mewakili perintah tertentu dan berbeda perintah antara tombol satu dengan tombol lainnya.

c. Baris Tab

Lingkungan kerja Excel 2007 sangat berbeda tampilannya dengan Microsoft Excel versi sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada tampilan baris judul pull down menu yang fungsinya berubah menjadi baris judul tab/baris tab. Pada setiap tab terdiri atas kumpulan toolbar-toolbar.

d. Size Button

Size button digunakan untuk mengatur tampilan lembar kerja. Dalam layar Excel 2007 terdiri dari empat tombol sebagai berikut.

Minimize Untuk menutup sementara Ms. Excel, jendela ditutup dan dikirim ke taskbar menjadi sebuah ikon. Untuk membuka kembali klik pada ikon di taskbar.

Restore Mengembalikan jendela Ms. Excel keukuran semula.

Maximize Mengubah ukuran jendela Ms. Excel menjadi ukuran yang lebar.

Close Untuk menutup jendela Ms. Excel.

e. Name Box

Name box merupakan toolbar yang berisi alamat suatu cell.

f. Formula Bar

Formula bar adalah tempat untuk menuliskan rumus (fungsi)

g. Kolom

Kolom (Columns) pada Microsoft Excel 2007 ditandai dengan huruf yaitu dimulai dari huruf A sampai dengan huruf XFD dengan jumlah kolom 16.384 (enam belas ribu tiga ratus delapan puluh empat).

h. Baris

Baris (Rows) pada Microsoft Excel 2007 ditandai dengan angka, barisnya berjumlah 1.048.576 (satu juta empat puluh delapan ribu lima ratus tujuh puluh enam).

i. Scroll Bar

Scroll bar merupakan bar penggulung yang dibedakan menjadi dua, yaitu vertical scroll bar dan horizontal scroll bar.

1. Vertical scroll Bar berfungsi untuk menggulung dokumen ke atas atau ke bawah.

2. Horizontal scroll bar digunakan untuk menggulung layar ke kiri dan ke kanan.

j. Tombol Navigasi Sheet

Tombol navigasi sheet adalah tombol yang digunakan untuk berpindah dari satu sheet ke sheet yang lain.

k. Baris Status

Baris status adalah baris yang berisi keterangan yang menunjukkan lembar kerja yang saat itu digunakan/dikerjakan.

l. Zoom

Zoom merupakan tombol untuk mengatur penampilan layar, mengecilkan dan membesarkan lembar kerja dalam layar.

Materi untuk minggu depan kita akan mengidentifikasi menu dan icon pada perangkat lunak pengolah angka.


Asesmen :

1. Sebutkan aplikasi yang digunakan untuk mengolah angka ?

2. Sebutkan fungsi dari aplikasi pengolah angka ?

3. Sebutkan menu yang terdapat pada aplikasi pengolah angka ?

Selasa, 21 Juli 2026

COMPUTATIONAL THINKING

Nama Guru        : Pipit Safittri, S. Kom

Mapel diampu   : Informatika/TIK
Hari/Tanggal     : Selasa, 21 Juli 2026
Kelas                    : VII (Tujuh) A - C - E 

Materi                 : Berpikir Komputasi

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil secara terstruktur.


Tujuan Pembelajaran : 

1. Peserta didik mampu mengetahui tentang berpikir komputasi

2. Peserta didik mampu memahami tahapan dalam berpikir komputasi


Materi :



1.1 Berpikir Komputasi

Keterampilan berpikir merupakan keterampilan dalam menggabungkan sikap-sikap,  pengetahuan,  dan keterampilan-keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk dapat membentuk lingkungannya agar lebih efektif. 

Keterampilan berpikir dapat dibedakan menjadi berpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir komputasional atau computational thinking adalah adalah cara berpikir untuk menyelesaikan persoalan, yang cara penyelesaiannya, jika dikembangkan, dapat dilakukan oleh komputer. Dengan demikian, kita akan belajar bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan dengan cara yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, cara berpikir ini kerap dianggap sebagai cara para ilmuwan informatika berpikir. Pada dasarnya, berpikir komputasional merupakan formula untuk menyelesaikan masalah sehingga ditemukan jawaban atau solusi yang efektif. Menambahkan informasi tersebut, penyelesaian ini dimaksud agar solusinya bisa diakses manusia dan juga mesin.

Ada empat tahapan berpikir komputasi yaitu sebagai berikut ini :

1.     Decompotition (Memecah Data)

Dekomposisi adalah suatu metode atau konsep yang berfungsi untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan yang kompleks dan besar menjadi masalah yang lebih kecil. Apabila suatu permasalahan yang besar dan kompleks menjadi kecil, maka permasalahan tersebut mudah untuk diselesaikan. Bahkan, dekomposisi bisa digunakan untuk memudahkan kita dalam menemukan dan menerapkan sebuah inovasi. Misalnya, kita menjual suatu produk, kemudian agar produk itu diinovasi, maka kemungkinan besar produk tersebut akan laku terjual.

 

2.     Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

    Pengenalan Pola adalah kemampuan manusia mengenali objek-objek berdasarkan ciri-ciri dan pengetahuan yang pernah diamatinya dari objek-objek tersebut.Tujuan dari pengenalan Pola ini adalah mengklasifikasi dan mendeskripsikan pola tau objek kompleks melalui pengetahuan sifat-sifat atau ciri-ciri objek tersebut.

    Pengenalan pola merupakan suatu metode yang memanfaatkan komputer yang digunakan untuk menemukan sebuah keteraturan yang ada di dalam data dan untuk mendapatkan informasi yang lebih penting agar bisa memahami tentang keteraturan yang sudah ditemukan. Pengenalan pola ini biasanya dilakukan ketika kita mengenali seseorang dari suara, wajah, bahkan pengenalan pola ini bisa digunakan untuk memprediksi cuaca. Pada suatu fenomena alam, sebenarnya pengenalan pola sudah bisa dilihat pada pola rotasi bumi, pola rasi bintang, pola pada daun, dan sebagainya.


3.     Algorithms Design (Menyusun Langkah)

    Algoritma adalah suatu pola pikir yang biasa digunakan untuk merencanakan langkah-langkah yang bersifat sistematis untuk memecahkan masalah yang sedang terjadi. Meskipun, algoritma ini sering dikaitkan dengan penghitungan, tetapi metode berpikir ini bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. 


4.     Abstraction (Generalisasi)

    Abstraksi adalah suatu metode berpikir komputasional yang mengutamakan terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, konsep abstraksi ini akan meninggalkan berbagai macam hal yang dianggap tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.


Asesmen :

1. Sebutkan 4 Tahapan dalam berpikir komputasi ?


Refleksi

Peserta didik sudah mampu mengetahui dan memahami empat tahapan dalam berpikir komputasi adalah dekomposisi, pattern recognition, algorithms dan abstraction

Senin, 20 Juli 2026

BERPIKIR KOMPUTASI

Nama Guru        : Pipit Safittri, S. Kom

Mapel diampu   : Informatika/TIK
Hari/Tanggal     : Senin, 20 Juli 2026
Kelas                    : VII (Tujuh) B - D

Materi                 : Berpikir Komputasi

Capaian Pembelajaran : 

Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil secara terstruktur.


Tujuan Pembelajaran : 

1. Peserta didik mampu mengetahui tentang berpikir komputasi

2. Peserta didik mampu memahami tahapan dalam berpikir komputasi


Materi :



1.1 Berpikir Komputasi

Keterampilan berpikir merupakan keterampilan dalam menggabungkan sikap-sikap,  pengetahuan,  dan keterampilan-keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk dapat membentuk lingkungannya agar lebih efektif. 

Keterampilan berpikir dapat dibedakan menjadi berpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir komputasional atau computational thinking adalah adalah cara berpikir untuk menyelesaikan persoalan, yang cara penyelesaiannya, jika dikembangkan, dapat dilakukan oleh komputer. Dengan demikian, kita akan belajar bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan dengan cara yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, cara berpikir ini kerap dianggap sebagai cara para ilmuwan informatika berpikir. Pada dasarnya, berpikir komputasional merupakan formula untuk menyelesaikan masalah sehingga ditemukan jawaban atau solusi yang efektif. Menambahkan informasi tersebut, penyelesaian ini dimaksud agar solusinya bisa diakses manusia dan juga mesin.

Ada empat tahapan berpikir komputasi yaitu sebagai berikut ini :

1.     Decompotition (Memecah Data)

Dekomposisi adalah suatu metode atau konsep yang berfungsi untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan yang kompleks dan besar menjadi masalah yang lebih kecil. Apabila suatu permasalahan yang besar dan kompleks menjadi kecil, maka permasalahan tersebut mudah untuk diselesaikan. Bahkan, dekomposisi bisa digunakan untuk memudahkan kita dalam menemukan dan menerapkan sebuah inovasi. Misalnya, kita menjual suatu produk, kemudian agar produk itu diinovasi, maka kemungkinan besar produk tersebut akan laku terjual.

 

2.     Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

    Pengenalan Pola adalah kemampuan manusia mengenali objek-objek berdasarkan ciri-ciri dan pengetahuan yang pernah diamatinya dari objek-objek tersebut.Tujuan dari pengenalan Pola ini adalah mengklasifikasi dan mendeskripsikan pola tau objek kompleks melalui pengetahuan sifat-sifat atau ciri-ciri objek tersebut.

    Pengenalan pola merupakan suatu metode yang memanfaatkan komputer yang digunakan untuk menemukan sebuah keteraturan yang ada di dalam data dan untuk mendapatkan informasi yang lebih penting agar bisa memahami tentang keteraturan yang sudah ditemukan. Pengenalan pola ini biasanya dilakukan ketika kita mengenali seseorang dari suara, wajah, bahkan pengenalan pola ini bisa digunakan untuk memprediksi cuaca. Pada suatu fenomena alam, sebenarnya pengenalan pola sudah bisa dilihat pada pola rotasi bumi, pola rasi bintang, pola pada daun, dan sebagainya.


3.     Algorithms Design (Menyusun Langkah)

    Algoritma adalah suatu pola pikir yang biasa digunakan untuk merencanakan langkah-langkah yang bersifat sistematis untuk memecahkan masalah yang sedang terjadi. Meskipun, algoritma ini sering dikaitkan dengan penghitungan, tetapi metode berpikir ini bisa digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. 


4.     Abstraction (Generalisasi)

    Abstraksi adalah suatu metode berpikir komputasional yang mengutamakan terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, konsep abstraksi ini akan meninggalkan berbagai macam hal yang dianggap tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.


Asesmen :

1. Sebutkan 4 Tahapan dalam berpikir komputasi ?


Refleksi

Peserta didik sudah mampu mengetahui dan memahami empat tahapan dalam berpikir komputasi adalah dekomposisi, pattern recognition, algorithms dan abstraction

Kamis, 16 Juli 2026

MPLS : PROFIL LULUSAN SEKOLAH

Nama Guru        : Pipit Safittri, S. Kom

Mapel diampu    : Informatika/MPLS
Hari/Tanggal       : Kamis, 16 Juli 2026
Kelas                  : VII (Tujuh) A



Materi                 : Pendidikan Karakter (Profil Lulusan Sekolah)

Capaian Pembelajaran : Untuk memahami dan mempelajari tentang Pendidikan Karakter (Profil Lulusan Sekolah)

Tujuan Pembelajaran : 

1. Peserta didik mampu mengetahui tentang Profil Lulusan Sekolah

Materi :


Profil Lulusan Sekolah















VIDEO SLIDE PEMBELAJARAN





·       1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Artinya, individu dituntut memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan. Dengannya, ia menghayati nilai-nilai spiritual dalam hidup sehari-hari. Cerminan keimanan ini adalah perilaku berakhlak mulia, penuh kasih, dan bertanggung jawab.

2. Kewargaan
Pembelajaran mendalam diharapkan membentuk individu yang cinta tanah air, taat aturan dan norma sosial, peduli, bertanggung jawab sosial, dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata seputar manusia dan lingkungan. Salah satu indikatornya adalah sikap adil, menghormati hak orang lain, dan mencintai serba-serbi Indonesia.

3. Penalaran Kritis
Profil ketiga adalah penalaran kritis. Siswa-siswi lulusan diharapkan mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif. Berbekal kemampuan ini, lulusan mampu memecahkan masalah secara sistematis, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan menghasilkan solusi rasional sehingga dapat bersaing di pasar global.

4. Kreativitas

Dimensi keempat lulusan deep learning adalah kreatif. Seorang individu mestilah mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinil. Indikatornya adalah kebiasaan berpikir di luar kebiasaan, mengembangkan ide secara mendalam, dan memodifikasi atau menciptakan sesuatu yang orisinil dan berdampak.

5. Kolaborasi
Dengan sifat kolaboratif, individu mampu bekerja sama secara efektif. Peserta didik yang sudah menguasai dimensi ini mampu berkontribusi aktif, menggunakan pemecahan masalah bersama, dan menciptakan suasana yang harmonis demi mencapai tujuan bersama.

6. Kemandirian
Seorang peserta didik dibentuk sedemikian rupa melalui pembelajaran mendalam sehingga mampu bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya sendiri. Siswa yang mandiri pasti mampu mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas tanpa bergantung kepada orang lain.

7. Kesehatan
Semua sifat-sifat di atas jadi tidak optimal apabila seorang individu tidak sehat. Oleh karena itu, fisik prima, bugar, sehat, dan seimbang antara kesehatan mental dan fisiknya sangat diperlukan. Profil ini menggambarkan siswa yang kesehatannya optimal sehingga mampu berkontribusi secara maksimal.

8. Komunikasi
Peserta didik diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga dapat menyampaikan ide, gagasan, maupun informasi dengan jelas. Dimensi satu ini juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai bentuknya, baik itu mempertahankan pendapat dan menyampaikan sudut pandang berbeda.

Asesmen

1. Sebutkan 8 Profil Kelulusan Sekolah ?

Rabu, 15 Juli 2026

MPLS : PROFIL LULUSAN SEKOLAH

Nama Guru        : Pipit Safittri, S. Kom

Mapel diampu    : Informatika/MPLS
Hari/Tanggal       : Rabu, 15 Juli 2026
Kelas                  : VII (Tujuh) E



Materi                 : Pendidikan Karakter (Profil Lulusan Sekolah)

Capaian Pembelajaran : Untuk memahami dan mempelajari tentang Pendidikan Karakter (Profil Lulusan Sekolah)

Tujuan Pembelajaran : 

1. Peserta didik mampu mengetahui tentang Profil Lulusan Sekolah

Materi :


Profil Lulusan Sekolah















VIDEO SLIDE PEMBELAJARAN





·       1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Artinya, individu dituntut memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan. Dengannya, ia menghayati nilai-nilai spiritual dalam hidup sehari-hari. Cerminan keimanan ini adalah perilaku berakhlak mulia, penuh kasih, dan bertanggung jawab.

2. Kewargaan
Pembelajaran mendalam diharapkan membentuk individu yang cinta tanah air, taat aturan dan norma sosial, peduli, bertanggung jawab sosial, dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata seputar manusia dan lingkungan. Salah satu indikatornya adalah sikap adil, menghormati hak orang lain, dan mencintai serba-serbi Indonesia.

3. Penalaran Kritis
Profil ketiga adalah penalaran kritis. Siswa-siswi lulusan diharapkan mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif. Berbekal kemampuan ini, lulusan mampu memecahkan masalah secara sistematis, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan menghasilkan solusi rasional sehingga dapat bersaing di pasar global.

4. Kreativitas

Dimensi keempat lulusan deep learning adalah kreatif. Seorang individu mestilah mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinil. Indikatornya adalah kebiasaan berpikir di luar kebiasaan, mengembangkan ide secara mendalam, dan memodifikasi atau menciptakan sesuatu yang orisinil dan berdampak.

5. Kolaborasi
Dengan sifat kolaboratif, individu mampu bekerja sama secara efektif. Peserta didik yang sudah menguasai dimensi ini mampu berkontribusi aktif, menggunakan pemecahan masalah bersama, dan menciptakan suasana yang harmonis demi mencapai tujuan bersama.

6. Kemandirian
Seorang peserta didik dibentuk sedemikian rupa melalui pembelajaran mendalam sehingga mampu bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya sendiri. Siswa yang mandiri pasti mampu mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas tanpa bergantung kepada orang lain.

7. Kesehatan
Semua sifat-sifat di atas jadi tidak optimal apabila seorang individu tidak sehat. Oleh karena itu, fisik prima, bugar, sehat, dan seimbang antara kesehatan mental dan fisiknya sangat diperlukan. Profil ini menggambarkan siswa yang kesehatannya optimal sehingga mampu berkontribusi secara maksimal.

8. Komunikasi
Peserta didik diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga dapat menyampaikan ide, gagasan, maupun informasi dengan jelas. Dimensi satu ini juga memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai bentuknya, baik itu mempertahankan pendapat dan menyampaikan sudut pandang berbeda.

Asesmen

1. Sebutkan 8 Profil Kelulusan Sekolah ?